Review Film Live Action Beauty and the Beast 

Hiii guys.. Have you watched Beauty and the Beast? Kalau belum, ayoook cepet ke bioskop tonton filmnya. You won’t regret, cause it’s an amazing movie. Gak bohong. Terlebih kalau kalian memang disney lover. It’s a MUST. Kalau kalian memang disnerd, kalian pasti sudah menunggu filmnya kan? Begitu pun saya. Disini saya tidak akan menceritakan cerita Beauty and the Beast yaa, karena saya yakin kalian semua tau jalan ceritanya. I bet you already knew. Saya disini akan menceritakan kesan saya setelah menonton film live actionnya saja. Sebelumnya sudah banyak bioskop yang memasang iklan untuk  booking tiket terlebih dahulu. Saya dan teman-teman lalu book untuk 7 seat. Dan kemarin tanggal 17, sesuai dengan jadwal rilis official, kami pergi ke bioskop untuk menonton film tersebut. Yaaaay! So excited! Kami dijadwalkan masuk ke theater pukul 16.20. Can’t waiiit! Setelah masuk theater, saya langsung duduk di tempat yang telah saya booking. Omg.. I just can’t describe how I feel. Like.. It was incredible, magical and.. What else? 😂 still can’t find the right words to describe the movie. Emma is just so fine, the rest actors also did a damn great work. The efects were beautiful. I love Chip, I love the castle, everything was beyond expectation! I think I should go and watch it again. Dan di akhir, Dan was so damn handsome, I can’t 😭 he suits to be a Prince, he’s so Charming! I love both Dan and Emma together! 💕 sepanjang filnya diputar, entah berapa kali saya mengucap ‘omg’ ‘masya allah’ 😂 saya bahkan merinding ketika beast berdansa dengan Belle. Dan ketika filmnya selesai, saya dan teman saya langsung kasih applause, karena memang they deserve it. Saya rasa hanya kami yang tepuk tangan, yang lain responnya biasa aja 😂 Over all, semuanya perfect. Omg, I’m so in love with this movie. Saya beri nilai 10/10 😂

Advertisements

Day 1 (Part II) – Netherlands

Setelah semua urusan imigrasi dan koper selesai, telah ada bus yang menunggu rombongan kami di luar, bus inilah yang kami gunakan selama berada di 5 negara Eropa. Supir yang bertugas untuk menemani tour kami bernama Robert, asal Ceko, salah satu negara impian saya :’) Robert ini orangnya baik, ramah, setiap pagi setelah check out hotel kami harus membawa kembali koper ke dalam bus, Robert lah yang juga bertugas untuk hal tersebut, ia juga selalu menyapa good  morning xD
Kami langsung beranjak ke daerah Volendam, daerah Volendam ini dekat dengan pantai. Kebetulan sudah waktunya untuk makan siang, jadi di Volendam ini kami akan langsung menuju restaurant. Selama di perjalanan menuju Volendam, kami banyak melihat peternakan, rumah-rumah dengan gaya Belanda yang unik, sangat terasa daerah pedesaan, jauh dari kesan metropolitan. Karena memang katanya Volendam ini penduduknya banyak berasal dari para pensiunan yang ingin menjalani hidup tenang dengan cara beternak dan sebagainya. Meskipun daerahnya cenderung sepi, rumah-rumah di sini terlihat kosong, di jalan raya juga tidak terdapat banyak kendaraan, namun meskipun demikian terdapat city  center sehingga penduduknya dapat memenuhi kebutuhannya dengan membeli keperluannya di city center tersebut.
20161114_132614 (Salah satu rumah di Volendam)
Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh, bus kami akhirnya berhenti, menurut  guide, restaurant tempat kami akan makan, jaraknya masih agak jauh namun kami harus berjalan karena bus tidak dapat masuk ke dalam, jadi kami turun dari bus dan mulai jalan, saat itu gerimis, dan saya tidak membawa payung, cuacanya dingiiin.. Asli. Dingin. Selain karena gerimis, juga karena tepat disebelah kiri jalan adalah pantai, jadi windy dan itu DINGIN, sama kayak sikap kamu *uhuk* .. Di sepanjang jalan, selain terdapat pantai, juga terdapat beberapa toko  souvenir khas Belanda. Namun kami tidak terlalu exited karena kami ingin segera sampai ke restaurant terlebih dahulu. Setelah sampai di restaurant, kami langsung dijamu oleh appetizer, berupa sup, isinya ada sayuran, seperti wortel dan lain-lain, juga ada mienya. Rasanya? Sama persis seperti rasa kuah mie gelas 😂 Selain ada sup, juga ada potongan kentang bakar, ada juga wortel dan buncis rebus, lalu ada beberapa jenis salad. Masih excited karena ini baru pertama kali makan makanan khas Belanda, masih belum berasa kalau makanan Indonesia itu paling juara 😂 Lalu setelah appetizer, waitters langsung mengambil mangkuk kami yang telah habis, lalu membawakan main course berupa ikan goreng, entah itu ikan apa, yang jelas first  impression sih masih enak, rasanya gurih, tapi karena ikannya besar, satu porsi itu satu ikan, jadi kenyaaang, banget. Karena makannya pakai pisau dan garpu, temenku sampe ada yang bilang “Git, rapih amat ngirisnya” 😂 Entah karena cewek kali yaa, apa-apa maunya rapih haha, yang ngomong gitu cowok btw. Karena terlalu kenyang, si ikan gak sempet dihabiskan. Lalu waitters kembali mengangkat piring, dan mengganti dengan dessert. Yaaaay, dessert is never wrong, guys. Dessertnya berupa es krim vanila dengan saus strawberry, yummy! Sayang waktu itu makanannya gak difoto huhu.
Setelah perut kenyang, kami lalu diberi waktu untuk berkeliling di sekitar toko souvenir. NYESEL BANGET karena gak beli apapun di sini 😭 Cuma sempet foto pakai pakaian khas Belanda. Karena ternyata souvenir di sini muran abiiiis, dibandingkan dengan negara lain, apalagi Swiss 😭  Bedanya bisa sampai 3 kali lipat. Contoh, pulpen di Volendam dijual seharga 1€, sedangkan di Swiss harganya 3€. Gantungan kunci juga disini harganya 3€ tapi di dalamnya ada 3 buah gantungan kunci, sedangakan di Swiss, 1 gantungan kunci harganya bisa mencapai 5-8 €. Parah emang. Mungkin karena kami belum tau perbedaanya, mikirnya masih “Ah, baru juga negara pertama, nanti aja gampang.” Tapi ternyata Volendam itu jackpot. Harusnya beli banyak pas lagi di sana 😭 padahal ada tas lucuu, bentuknya mirip anak domba, penuh bulu gitu warna putih, harganya 10€ atau 15€ gitu yaa lupa, harga segitu worth it banget padahaaaal, ih gemaaaash, kenapa gak dibeli ajaaaa yaaa duh nyesel 😭 Pokoknya tips bagi kalian yang sedang maupun akan pergi ke luar negeri, kalau kalian naksir sama satu barang, terus kira-kira harganya masih masuk akal, udah langsung beli ajaa, daripada kepikiran.
20161114_151945(Salah satu toko souvenir di Volendam)
Setelah dari Volendam, rombongan kami kembali ke Amsterdam, saat itu hari sudah malam ketika kami sampai di Amsterdam. Kami langsung mengunjungi Diamond Coster, salah satu tempat pembuatan diamond terbaik di dunia. Disana kami dijelaskan bagaimana cara membuat diamond yang baik, juga dijelaskan tingkatan diamond dari yang paling mahal sampai yang murah. Namanya perempuan sih ya seneng aja, karena di sana kami bisa mencoba memakai cicin diamond yang cantik. Lumayan jadi nambah pengetahuan kalau nanti ada calon yang mau ngasih *bhak*.
20161114_165259.jpg(Salah satu cincin yang dapat dicoba di Coster Diamond)
Setelah keluar dari Diamond Coster, guide menyuruh kami jalan sekitar 200 meter, katanya kami dapat melihat landmark ‘I amsterdam’ yang terkenal itu. Tapi karena waktunya yang sedikit, saya pribadi tidak mendapatkan foto yang bagus karena banyak orang yang juga melihat landmark tersebut. Oh, karena daerah ini merupakan city center, jadi di sini banyak sekali kendaraan, ada trem juga, suasananya berbeda dengan Volendam. Kendaraan di sini cenderung cepat, malah saya dan teman-teman saya nyaris tertabrak sepeda, saking cepatnya sepeda itu jalan 😂
img_0492(Ketika berada di landmark I amsterdam)
Setelah itu, kami kembali ke bus, karena jadwal selanjutnya adalah menaiki cruise mengelilingi dam Amsterdam. Saat itu kembali gerimis, cuacanya juga masih dingin. Saat masuk ke dalam cruise, kami diberi headset yang nantinya dapat digunakan untuk mendengarkan penjelasan dari guide otomatis yang ada di setiap seat cruise. Ada yang berbahasa Indonesia juga, sehingga memudahkan kami dalam memahami penjelasannya. Kami mengelilingi dam Amsterdam kurang lebih selama 1 jam. Dan ternyata captain yang membawa cruise kami itu wanita loh, salut.
img_0543(Ketika beradadi dalam cruise Amsterdam)
Setelah naik cruise, kami makan malam di Chinese Restaurant. Namanya Chinese yaa gitu lah makanannya, yang jelas ada nasi, dan banyak lauknya. Tapi tetep, nasi padang lebih enak 😂
Setelah makan, kami kembali ke bus dan langsung menuju hotel. Hotel tempat kami menginap adalah Ibis Hotel yang letaknya berada di sekitaran Schiphol. Hotelnya lumayan nyaman. Kamarnya tidak terlalu besar namun tidak terlalu sempit juga.
Nah, itu lah rincian kegiatan di hari pertama, kesannya menyenangkan, karena kami mengunjungi 2 kota yang berbeda, sangat terasa perbedaannya. Nanti dilanjut day 2 yaa, kami akan ke kota Den Haag. Wait yaaa! Thank you, see yaa!

Day 1 (Part I) – Perjalanan Menuju Amsterdam, Belanda

Haiii, seperti yang sudah dijanjikan kemarin bahwa saya akan membahas tentang perjalanan Studi Komparatif dari kampus menuju Eropa. Jadi, bagi yang belum tahu, saya adalah seorang mahasiswi jurusan Hubungan Internasional di UNIKOM Bandung. Nah, prodi kami memiliki program bernama Studi Komparatif, mengunjungi negara lain dan belajar tentang short diplomatic, meskipun dalam prakteknya lebih banyak city tournya heuheu. 2 tahun yang lalu, saat saya masih menjadi mahasiswa baru, prodi kami melakukan studi komparatif ke Korea Selatan. Dan gemes banget karena gak bisa ikut huhuhu (padahal mupeng bgt). Nah untuk tahun kemarin, ada sedikit peningkatan, karena biasanya studi komparatif hanya sekitar negara-negara Asia, kali ini agak sedikit jauh, sampai ke Benua Eropa. Dengan negara tujuan yaitu Belanda, Belgia, Perancis, Swiss, Italia dan Turki. Sekian prolognya xD sekarang saya akan menceritakan bagaimana serunya perjalanan studi komparatif kemarin hehe.

Pada tanggal 13 November 2016 kemarin, kami bertolak dari bandara Soekarno-Hatta Cengkareng menuju Bandara Schiphol, Amsterdam. Rombongan kami berjumlah sekitar 55 orang termasuk dosen dan travel agent. Kami sudah berada di bandara kurang lebih pukul 5 sore, saat itu kami diberi tiket untuk makan terlebih dahulu. Sedangkan pesawat yang akan kami gunakan adalah Turkish Airlines, jadi nantinya kami akan transit di Istanbul. Setelah makan, kami diberi petunjuk untuk berkumpul di meeting point sebelum pukul 7, karena pesawat akan take off pukul 9 malam. Jadi kami harus check-in, mengurus imigrasi dan boarding sekitar pukul 7.

20161113_190008
(Foto saat sebelum boarding)

Kami tiba di Istanbul setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 12 jam. Bagi yang penasaran selama diperjalanan ngapain aja, atau makanannya gimana, nanti akan saya update lagi yaa ceritanya hehe. Setelah mengurus imigrasi, kami menunggu pesawat yang akan membawa kami menuju Amsterdam sekitar 3 jam. Suhu di Istanbul sendiri sudah mulai terasa dingin, namun saya belum mengeluarkan coat, hanya memakai longjohn dan sweater seragam. Saat itu di Istanbul pukul 4 shubuh, perbredaan waktu antara Indonesia dan Istanbul sendiri adalah 5 jam. Jadi saat itu kami sholat shubuh dan bersiap untuk melanjutkan perjalanan. Setelah kurang lebih menunggu 3 jam, akhirnya kami boarding kembali, pesawat lalu take off kemudian landing di Bandara Schiphol setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 2 jam 40 menit.

Setelah turun dari pesawat, udara dingin langsung terasa, dan saya masih belum mengenakan coat. Suhu saat itu mencapai 4° C. Langsung excited sendiri karena ada asap yang keluar dari mulut saat bicara lol norak emang xD setelah turun dari pesawat, ada bus yang sudah menunggu dan siap mengantarkan kami ke area imigrasi. Di sana kami ditanyai maksud dan tujuan kami datang ke Belanda, dan ditanyai berapa lama kami akan menetap, tapi karena melihat jumlah rombongan kami yang lumayan banyak, akhirnya proses ini hanya berlangsung secara singkat, mungkin hanya sekitar 3-5 menit per orang. Setelah itu kami menunggu bagasi, membawa barang-barang. Ini nih aktifitas yang lumayan capek, karena setiap hari kami harus berganti negara dan pasti setiap check in maupun check out hotel kami harus membawa-bawa koper dan hand bag yang lumayan berat. And finally, we were arrived in Amsterdam, yaaay!

Panjang juga yaa, padahal ini baru nyeritain di jalannya aja lol. Nanti disambung di part 2 aja yaa, biar gak bosen bacanya hehehe. See ya!

A New Chapter of 2017

Hello.. Selamat tahun baruuu *loh?

Anyway, karena ini sudah tahun 2017 dan hampir setahun gak post, yaa alasannya sih karena kesibukan yang ada, jadi gak pernah posting di blog ini (so sibuk bgt git). Tapi bener kok, karena gak sempet nulis aja, jadi blognya sepi, gak ada yg baru. But at least sebulan sekali ngecek statistik blognya dan seneng meskipun jarang post tapi ada yang visit ini blog huahaha..

Sekarang, karena sedang libur semester (cieee udah smt 6 lagi ajaaa) mau nulis beberapa post, tentang hal yang sudah terjadi di tahun 2016 kemarin. Salah satunya, karena tahun kemarin sempat pergi ke Eropa hihi. Jadiii, kemarin pergi ke sana karena ada acara dari kampus yang disebut dengan Studi Komparatif. Pergi ke 6 negara. Nantinya akan dijelaskan, insyaallah dari awal di blog ini. Selain itu, tahun baru kemarin juga sempat camping di daerah Ciwidey, nanti akan diceritakan juga bagaimana keseruannya, mulai dari riweuh belanja makanan sampai tragedi tenda kebakar xD so, stay tuned! Hehehe 😊 ✌

Home

home

Hi, long time no see, huh? Jadi ceritanya kemarin baru nonton film animasi Home, it’s kinda late, karena film Home ini sendiri tayang bulan Maret tahun lalu. Pas awal nonton sempat terbersit “what the hell are theese purple things?” Karena memang bentuk makhluknya yang aneh, hampir mirip jelly, to be honest. Dan ternyata makhluk ungu tersebut adalah alien Boov.

Mereka ingin mengambil alih bumi dari manusia untuk menghindari peperangan di galaksinya, pasukan Boov ini dipimpin oleh seorang kapten bernama Shrek. Menurutnya, manusia yang tinggal di bumi merupakan makhluk yang bodoh dan terbelakang sehingga dapat mereka manfaatkan. Seluruh manusia di planet bumi mereka paksa untuk pindah ke planet lain, namun terdapat satu gadis kecil yang masih tinggal di Bumi, bernama Tip.

Kemudian Tip bertemu dengan salah satu Boov yang sedikit berbeda, hingga mereka menjadi teman. Boov kemudian berniat untuk menolong Tip untuk menemukan ibunya yang diungsikan ke tempat lain oleh para Boov. Namun sebenarnya, Boov tidak hanya memiliki niat tersebut, ia juga menghindari para Boov lain yang mengejarnya. Sampai akhirnya Tip dapat bertemu dengan ibunya dan Boov dapat menyelesaikan permasalahan dengan para Boov dan musuhnya.

Rihanna dan Jenifer Lopez juga ikut menjadi dubber dalam film ini, bahkan J-Lo menyanyikan soundtrack filmnya. Film ini dapat menjadi salah satu referensi jika kalian ingin menonton film animasi bersama dengan keluarga. Semoga bermanfaat 🙂

Youth

tumblr_mpwtz6szuL1qcx1g9o1_500

Friendship. Passion. Anger. Loved. Frustrated. Happy. Guilty. Ego. Insecure.

Mungkin kata di atas sering dirasakan oleh para teenager. Meskipun saya tidak tahu apakah umur yang hampir mencapai 20 tahun masih layak disebut teenager, hiks. Satu hal yang saya yakini, bahwa setiap manusia akan merasakan fase-fase tumbuh, menjadi lebih dewasa. Disaat itu pula, sebenarnya kita sedang melepaskan kesan childish yang sebetulnya wajar untuk dimiliki oleh setiap orang. Karena begitulah kodratnya, setiap orang pasti menginginkan hal baik terjadi di hidupnya. Semakin usia bertambah, seseorang akan menyadari arti penting orang-orang yang ada di sekelilingnya. Entah itu keluarga, sahabat, maupun orang terdekat.

Kenangan semasa kecil, berlarian dengan telanjang kaki ataupun bermain tali dengan teman sebaya akan memberikan satu kenangan yang mungkin tidak akan terulang. Dengan berjalannya waktu, kita mungkin akan lupa akan hal tersebut. Namun setidaknya ada hal manis yang terkenang selagi kita terus melangkah.

“Git, why the hell are you write this post?”

Okay, so.. Kemarin saya menonton satu acara variety yang membuat saya berfikir tentang kerja keras dalam meraih apa yang diinginkan. To be honest saya nangis selagi menonton acara tersebut. I don’t even know why!! Yang pasti saya merasakan bagaimana sulitnya mereka mencapai satu titik yang mereka inginkan. Mereka bahkan harus”saling sikut” untuk dapat bertahan. Meskipun demikian, mereka tetap saling menguatkan, mereka ikut sedih apabila ada salah satu dari mereka yang gagal memberikan yang terbaik.

Dan seketika terbayanglah wajah-wajah sahabat saya, kami mungkin tidak selalu bersama, tapi kami tahu bahwa kami sedang berjuang di jalan kami masing-masing. Saya akan senang melihat mereka dapat mengejar apa yang mereka inginkan, tapi saya juga akan berjuang, bukan untuk siapa pun, melainkan untuk diri saya sendiri. Terima kasih untuk kenangan masa kecil, semua sahabat-sahabat, terima kasih karena telah menjadi bagian ‘masa muda’ yang menyenangkan. Let’s share kindness, let’s make a beautiful yet precious moment that will always be remembered.

Hallo Again!

large

Hallo, readers! Uhmm… wow it’s 12.14 am now. Jadi ceritanya tadi baru aja ngerubah theme sama header blog ini, karena memang pada awalnya blog ini dibuat untuk keperluan tugas semata. Ternyata milih theme blog aja sama susahnya kayak nyari jodoh *okay skip* Tema awal blog ini sendiri adalah Disney, dan berhubung nilai mata kuliah komputer aplikasinya udah keluar, alhamdulillah nilainya juga memuaskan, akhirnya Gita memilih untuk mengganti tema blog ini menjadi blog pribadi. Kedepannya blog ini akan menjadi ajang curhat *haha, gak gitu juga deng* Ya intinya blog ini tidak akan selalu membahas tentang Disney dan Politik saja, tapi akan ditulis juga cerita pribadi Gita. So, “hallo”  untuk yang kedua kalinya 🙂