Day 1 (Part II) – Netherlands

Setelah semua urusan imigrasi dan koper selesai, telah ada bus yang menunggu rombongan kami di luar, bus inilah yang kami gunakan selama berada di 5 negara Eropa. Supir yang bertugas untuk menemani tour kami bernama Robert, asal Ceko, salah satu negara impian saya :’) Robert ini orangnya baik, ramah, setiap pagi setelah check out hotel kami harus membawa kembali koper ke dalam bus, Robert lah yang juga bertugas untuk hal tersebut, ia juga selalu menyapa good  morning xD
Kami langsung beranjak ke daerah Volendam, daerah Volendam ini dekat dengan pantai. Kebetulan sudah waktunya untuk makan siang, jadi di Volendam ini kami akan langsung menuju restaurant. Selama di perjalanan menuju Volendam, kami banyak melihat peternakan, rumah-rumah dengan gaya Belanda yang unik, sangat terasa daerah pedesaan, jauh dari kesan metropolitan. Karena memang katanya Volendam ini penduduknya banyak berasal dari para pensiunan yang ingin menjalani hidup tenang dengan cara beternak dan sebagainya. Meskipun daerahnya cenderung sepi, rumah-rumah di sini terlihat kosong, di jalan raya juga tidak terdapat banyak kendaraan, namun meskipun demikian terdapat city  center sehingga penduduknya dapat memenuhi kebutuhannya dengan membeli keperluannya di city center tersebut.
20161114_132614 (Salah satu rumah di Volendam)
Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh, bus kami akhirnya berhenti, menurut  guide, restaurant tempat kami akan makan, jaraknya masih agak jauh namun kami harus berjalan karena bus tidak dapat masuk ke dalam, jadi kami turun dari bus dan mulai jalan, saat itu gerimis, dan saya tidak membawa payung, cuacanya dingiiin.. Asli. Dingin. Selain karena gerimis, juga karena tepat disebelah kiri jalan adalah pantai, jadi windy dan itu DINGIN, sama kayak sikap kamu *uhuk* .. Di sepanjang jalan, selain terdapat pantai, juga terdapat beberapa toko  souvenir khas Belanda. Namun kami tidak terlalu exited karena kami ingin segera sampai ke restaurant terlebih dahulu. Setelah sampai di restaurant, kami langsung dijamu oleh appetizer, berupa sup, isinya ada sayuran, seperti wortel dan lain-lain, juga ada mienya. Rasanya? Sama persis seperti rasa kuah mie gelas 😂 Selain ada sup, juga ada potongan kentang bakar, ada juga wortel dan buncis rebus, lalu ada beberapa jenis salad. Masih excited karena ini baru pertama kali makan makanan khas Belanda, masih belum berasa kalau makanan Indonesia itu paling juara 😂 Lalu setelah appetizer, waitters langsung mengambil mangkuk kami yang telah habis, lalu membawakan main course berupa ikan goreng, entah itu ikan apa, yang jelas first  impression sih masih enak, rasanya gurih, tapi karena ikannya besar, satu porsi itu satu ikan, jadi kenyaaang, banget. Karena makannya pakai pisau dan garpu, temenku sampe ada yang bilang “Git, rapih amat ngirisnya” 😂 Entah karena cewek kali yaa, apa-apa maunya rapih haha, yang ngomong gitu cowok btw. Karena terlalu kenyang, si ikan gak sempet dihabiskan. Lalu waitters kembali mengangkat piring, dan mengganti dengan dessert. Yaaaay, dessert is never wrong, guys. Dessertnya berupa es krim vanila dengan saus strawberry, yummy! Sayang waktu itu makanannya gak difoto huhu.
Setelah perut kenyang, kami lalu diberi waktu untuk berkeliling di sekitar toko souvenir. NYESEL BANGET karena gak beli apapun di sini 😭 Cuma sempet foto pakai pakaian khas Belanda. Karena ternyata souvenir di sini muran abiiiis, dibandingkan dengan negara lain, apalagi Swiss 😭  Bedanya bisa sampai 3 kali lipat. Contoh, pulpen di Volendam dijual seharga 1€, sedangkan di Swiss harganya 3€. Gantungan kunci juga disini harganya 3€ tapi di dalamnya ada 3 buah gantungan kunci, sedangakan di Swiss, 1 gantungan kunci harganya bisa mencapai 5-8 €. Parah emang. Mungkin karena kami belum tau perbedaanya, mikirnya masih “Ah, baru juga negara pertama, nanti aja gampang.” Tapi ternyata Volendam itu jackpot. Harusnya beli banyak pas lagi di sana 😭 padahal ada tas lucuu, bentuknya mirip anak domba, penuh bulu gitu warna putih, harganya 10€ atau 15€ gitu yaa lupa, harga segitu worth it banget padahaaaal, ih gemaaaash, kenapa gak dibeli ajaaaa yaaa duh nyesel 😭 Pokoknya tips bagi kalian yang sedang maupun akan pergi ke luar negeri, kalau kalian naksir sama satu barang, terus kira-kira harganya masih masuk akal, udah langsung beli ajaa, daripada kepikiran.
20161114_151945(Salah satu toko souvenir di Volendam)
Setelah dari Volendam, rombongan kami kembali ke Amsterdam, saat itu hari sudah malam ketika kami sampai di Amsterdam. Kami langsung mengunjungi Diamond Coster, salah satu tempat pembuatan diamond terbaik di dunia. Disana kami dijelaskan bagaimana cara membuat diamond yang baik, juga dijelaskan tingkatan diamond dari yang paling mahal sampai yang murah. Namanya perempuan sih ya seneng aja, karena di sana kami bisa mencoba memakai cicin diamond yang cantik. Lumayan jadi nambah pengetahuan kalau nanti ada calon yang mau ngasih *bhak*.
20161114_165259.jpg(Salah satu cincin yang dapat dicoba di Coster Diamond)
Setelah keluar dari Diamond Coster, guide menyuruh kami jalan sekitar 200 meter, katanya kami dapat melihat landmark ‘I amsterdam’ yang terkenal itu. Tapi karena waktunya yang sedikit, saya pribadi tidak mendapatkan foto yang bagus karena banyak orang yang juga melihat landmark tersebut. Oh, karena daerah ini merupakan city center, jadi di sini banyak sekali kendaraan, ada trem juga, suasananya berbeda dengan Volendam. Kendaraan di sini cenderung cepat, malah saya dan teman-teman saya nyaris tertabrak sepeda, saking cepatnya sepeda itu jalan 😂
img_0492(Ketika berada di landmark I amsterdam)
Setelah itu, kami kembali ke bus, karena jadwal selanjutnya adalah menaiki cruise mengelilingi dam Amsterdam. Saat itu kembali gerimis, cuacanya juga masih dingin. Saat masuk ke dalam cruise, kami diberi headset yang nantinya dapat digunakan untuk mendengarkan penjelasan dari guide otomatis yang ada di setiap seat cruise. Ada yang berbahasa Indonesia juga, sehingga memudahkan kami dalam memahami penjelasannya. Kami mengelilingi dam Amsterdam kurang lebih selama 1 jam. Dan ternyata captain yang membawa cruise kami itu wanita loh, salut.
img_0543(Ketika beradadi dalam cruise Amsterdam)
Setelah naik cruise, kami makan malam di Chinese Restaurant. Namanya Chinese yaa gitu lah makanannya, yang jelas ada nasi, dan banyak lauknya. Tapi tetep, nasi padang lebih enak 😂
Setelah makan, kami kembali ke bus dan langsung menuju hotel. Hotel tempat kami menginap adalah Ibis Hotel yang letaknya berada di sekitaran Schiphol. Hotelnya lumayan nyaman. Kamarnya tidak terlalu besar namun tidak terlalu sempit juga.
Nah, itu lah rincian kegiatan di hari pertama, kesannya menyenangkan, karena kami mengunjungi 2 kota yang berbeda, sangat terasa perbedaannya. Nanti dilanjut day 2 yaa, kami akan ke kota Den Haag. Wait yaaa! Thank you, see yaa!
Advertisements

Author: gitamaharestu

Hi.. I'm an International Relation Student and I'm a disney freak! Hope you enjoy my page. Thank you!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s